Tahapan pemeriksaan dan penanganan Infertilitas                                              

                                                                                                                                              

A. PEMERIKSAAN INFERTILITAS DASAR

Suami

Istri

1.   Pendataan awal

 

 

a.  Riwayat pasien, meliputi riwayat kesehatan, perkawinan, hubungan suami-istri, kehamilan (bila pernah), siklus haid, dan sebagainya.

Ö

Ö

b.   Pemeriksaan fisik umum (tekanan darah, berat badan, tinggi badan)

Ö

Ö

c.   Pemeriksaan fisik ginekologis (kandungan).

 

Ö

d.   Pemeriksaan fisik urologis/andrologis

Ö

 

e.   Pemeriksaan USG transvaginal/transabdominal/

transrektal

 

Ö

f.    Pemeriksaan USG testis dan prostat

Ö

 

2.   Pemeriksaan laboratorium

 

 

a.   Pemeriksaan darah rutin dan urin

Ö

Ö

b.   Pemeriksaan hormon reproduksi:

·    FSH, LH pada hari ke 7-8 siklus haid.

·    Prolaktin, estradiol, progesteron, testosteron pada hari ke 21-22 siklus haid.

      (dengan perkiraan siklus haid + 28 hari).

 

 

 

Ö

Ö

c.  Pemeriksaan infeksi TORSH-KM

(jika perlu)

Ö

d.  Analisis sperma

Ö

 

e.  Pemeriksaan Imunoandrologis 

(jika perlu)

Ö

3.   Biopsi endometrium (mikrokuretase) pada hari ke 21-22 siklus haid.

 

Ö

4.   Hidrotubasi pada hari ke 9-10 siklus haid.

 

Ö

5.   Histerosalpingografi (HSG) pada hari ke 9-10 siklus haid.

 

(jika perlu)

6.   Histerosonografi pada hari ke 9-10 siklus haid

 

(jika perlu)

 

 

 

B.  PENANGANAN INFERTILITAS DASAR

Suami

Istri

·    Pemberian pengobatan

Ö

Ö

·    Pemicuan ovulasi dengan pembuahan alami

 

Ö

·    Pemicuan ovulasi dengan inseminasi-intrauterin buatan suami (IBS)

Ö

Ö

 

 

 

C.  PEMERIKSAAN INFERTILITAS LANJUTAN

Suami

Istri

1.  Laparoskopi diagnostik/operatif

 

Ö

2.  Biopsi  testis

Ö

 

 

 

 

D.  PENANGANAN INFERTILITAS LANJUTAN

Suami

Istri

·   Fertilisasi In Vitro (Bayi Tabung)

Ö

Ö