X

Seminar
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  1. INSEMINASI

    Jika sebelumnya Anda sudah punya anak laki-laki (atau mungkin saat ini Anda sudah punya dua atau tiga anak laki-laki), tentu terbesit untuk punya anak  perempuan. Demikian juga sebaliknya. Dan meskipun persamaan hak serta kesetraan gender semakin kuat terasa di era modern ini, tidak bias dipungkiri bahwa masih ada budaya yang menghargai hanya salah satu jenis kelamin. Atau alasannya lebih sederhana: keluarga akan terasa lebih lengkap dengan kehadiran anak lelaki dan perempuan.


    Mungkin Anda pernah mendengar orang tua Anda atau sesama ibu yang menyarankan agar Anda banyak makan pisang untuk mendapatkan anak laki-laki. Sementara jika ingin anak perempuan, sebaiknya Anda mengkonsumsi jeruk, “Anggapan-anggapan seperti itu banyak beredar. Meskipun masuk akal tapi belum ada penelitian yang membuktikan bahwa metode-metode tersebut akurat, “ kata dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG dari SamMarie Family Healthcare, Jakarta. Keberhasilannya mungkin saja suatu kebetulan.namun di antara cara-cara alami yang sering Anda dengar, ada beberapa yang boleh Anda coba karena tidak membawa resiko. Silakan konsumsi pisang saat Anda berusaha mendapatkan anak laki-laki. Lagipula seandainya Anda gagal, pisang baik untuk kesehatan.

    Metode opemilihan jenis kelamin yang punya bukti keberhasilan secara tertulis adalah metode medis. Bayi tabung adalah teknik PGD atau metode inseminasi punya catatan keberhasilan yang dapat dipercaya. Berikut penjelasan seputar  teknik seleksi jenis kelamin bayi secara medis dan alami. Mungkin tulisan ini menginspirasi Anda untuk kembali berusaha mendapatkan momongan atau berguna bagi sahabat Anda yang sedang mencoba hamil. Ada perkataan klise yang mungkin sudah terlalu sering Anda dengar : Manusia boleh berusaha tapi Tuhan yang menentukan. Silakan berusaha mendapatkan anak sesuai jenis kelamin yang Anda inginkan tapi sebaiknya Anda senantiasa pasrah bahwa Tuhanlah yang menentukan. Selamat mencoba.

     

    Teknologi Medis

    Secara teknis Anda bisa memilih jenis kelamin bayi. Semua berkat kemajuan teknologi kedokteran, khususnya di bidang penanganan infertilitas, yang membuat dokter bias mengidentifikasi dan memilih  embrio dari jenis kelamin tertentu. Namun, pemilihan jenis kelamin melalui cara-cara medis tidak diizinkan di Indonesia dan di banyak Negara lain karena alasan etika. Bahkan di AS, pemilihan jenis kelamin umumnya tidak diperbolehkan jika pasangan suami-istri  baru mencoba punya anak pertama. Dan biasanya pasangan suami-istri dating ke klinik fertilitas karena sudah bertahun-tahun menikah tapi belum dikaruniai anak. Bagi pasangan suami-istri tersebut, Janis kelamin anak bukanlah masalah. Namun tidak ada salahnya Anda mengetahui metode seleksi jenis kelamin yang bias dilakukan secara medis.

     

    PREIMPLANTASI GENETIC DIAGNOSIS (PGD)

    Kemungkinan berhasil : 100%

    PGD merupakan tes kelainan genetik yang dilakukan dalam bentuk teknik pembuahan in vitro (biasa disebut bayi tabung). PGD, secara teori, juga bias dilakukan untuk menentukan jenis kelamin calon bayi. Ketika PGD diperkenalkan pada tahun 1989, teknik itu digunakan semata-mata untuk emmbantu pasangan suami-istri dengan kelainan genetic pada embrio yang akan ditanamkan, “Kini, PGD masih digunakan untuk alasan yang sama meskipun teknik tersebut bisa ditujukan untuk seleksi jenis kelamin. Namun pemilihan jenis kelamin menggunakan metode PGD  hanya dilakukan di Negara tertentu saja, sedangkan di banyak negara tidak dilakukan karena masalah etika dan kepercayaan,” kata dr. Bonti, sapaan akrab dr. Rino Bonti.

    Pada proses bayi tabung, sel telur dibuahi oleh sperma di luar rahim. Sel telur tunggal atau beberapa sel telur lantas dipisahkan satu sama lain hingga menghasilkan embrio dan dites jenis kelaminnya. Pada proses bayi tabung biasa, pihak laboratorium menentukan embrio di bawah mikroskop. Namun dengan teknik PGD, sejumlah tes dilakukan untuk melihat kemungkinan kelainan genetic dan untuk mengetahui jenis kelamin.

     

    INSEMINASI

    Kemungkinan berhasil : bagi perempuan 91 persen, bayi laki-laki 76 persen

    Inseminasi intra uteri(intrauterine insemination) adalah tindakan dokter untuk memindahkan sperma ke dalam rahim. “Sebelum disuntikkan kedalam rahim, sperma sudah diproses atau dipilih yang berkualitas baik terlebih dulu di laboratorium andrologi,” kata dr. Dicky Moch. Rizal, MKes, SpAnd, staf pengajar FK Universitas Gajah mada Bagian Ilmu Faal sekaligus  Kepala Laboratorium Klinik Andrologi-Klinik  Infertilitas Permata Hati RS DR. Sardjito, Yogyakarta. Pemrosesan sperma kira-kira berlangsung selama 1-2 jam, sementara proses pemindahan atau inseminasinya memakan waktu sekitar 10-15 menit dengan menggunakan kateter atau selang kecil. Dalam dua minggu, keberadaan janin sudah bias dicek dengan tes kehamilan. Bila gagal, prosesnya bisa diulang beberapa kali sampai berhasil. Proses inseminasi dilakukan tanpa rasa sakit.

    Sperma mempunyai dua gen yaitu androsperma (gen Y) dan gynosperma (gen X). metode preparasi sperma “renang atas” (swim-up) dalam teknik inseminasi dapat menghasilkan sperma Y lebih banyak sementara metode gradient memberi kemungkinan pemilihan jenis kelamin tertentu menjadi lebih besar.

     

    CARA ALAMI

    Teknologi medis memang sudah memungkinkan pemilihan jenis kelamin bayi. Namun tidak semua metode canggih bias Anda tempuh. Selain karena pertimbangan etika, harga memanfaatkan teknologi terkini itu relative mahal. Untuk bayi tabung, misalnya, Anda perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 40 juta untuk satu kali pross. Ada cara mudah, murah, dan menyenangkan yang bias Anda coba di rumah. Teknik berikut dipercaya bias membantu jenis kelamin bayi yang kelak Anda kandung. Meskipun kebenarannya belum dapat dibuktikan secara ilniah, tidak ada salahnya mencoba.

     

    JENIS MAKANAN

    Menurut kepercayaan, makann yang dikonsumsi sebelum konsepsi atau masa pembuahan dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi Anda.

    JIKA ANDA INGIN BAYI LAKI-LAKI makanlah daging merah, makanan yang banyak mengandung kalium seperti pisang, dan makanan yang kaya garam. Mengkonsumsi jenis makanan tersebut dipercaya membantu kondisi vagina menjadi basa kondisi yang disukai sperma Y.

    JIKA ANDA INGIN BAYI PEREMPUAN konsumsi makanan yang asam seperti jeruk, makanan kaya lemak dan tinggi kalsium susu dan dairy product. Sperma X yang tahan asam dapat hidup lebih lama dan secara otomatis menyeleksi sperma Y yang secara otomatis menyeleksi sperma Y yang tidak dapat bertahan dalam kondisi asam.

     

    SERBA-SERBI BERCINTA

    JIKA ANDA INGIN BAYI LAKI-LAKI dianjurkan untuk berhubungan seks sedekatmungkin dengan masa ovulasi. Logikanya, sperma Y mampu berenang lebih cepat dari sperma X sehingga diharapkan sperma Y dapat mencapai sel telur lebih dulu tepat di saat ovulasi. Anda bisa mengetahui masa ovulasi berdasarkan siklus haid atau menggunakan alat khusus (bentuknya mirip dengan alat tes kahamilan) yang dijual bebas. Selain itu, ada anjuran lain yaitu :

    • Anda mencapai orgasme lebih dulu dibandingkan suami agar tercipta kondisi basa yang disukai sperma Y.
    • Penetrasi lebih dalam untuk memperpendek jarak menuju sel telur agar sperma Y yang bias berenang lebih cepat dapat lebih dulu mencapai sel telur.
    • Cobalah bercinta dengan posisi berdiri atau menyamping untuk mendapatkan penetrasi dalam. Banyak orang percaya posisi tersebut membuahkan anak laki-laki.
    • Ada kepercayaan jika suami yang punya inisiatif untuk berhubungan seks, Anda akan mendapat anak laki-laki.

    JIKA ANDA INGIN BAYI PEREMPUAN dianjurkan berhubugan seks seblum masa ovulasi karena sperma X dapat bertahan hidup lebih lama dibandingkan sperma Y. ketika ovulasi tiba, diharapkan tinggal sperma X yang masih hidup dan berenang hingga mencapai sel telur, lalu lahirlah bayi cantik 9 bulan kemudian. Juga disarankan agar :

    • Suami orgasme lebih dulu. Bahkan beberapa orang menyarankan agar istri tidak mencapai supaya kondisi vagina tetap asam.
    • Penetrasi jangan terlalu dalam.
    • Posisi klasik misionaris atau woman on top diyakini membantu Anda mendapatkan bayi perempuan. Mungkin dikaitkan dengan kenyamanan wanita dalam posisi bercinta klasik tersebut.
    • Anda yang mengambil inisiatif untuk bercinta. Selain itu, ada mitos yang menyarankan Anda bercinta siang hari dan meletakkan pita di balik bantal. Meskipun tidak masuk akal, tidak ada ruginya dicoba. Jika gagal, setidaknya pita tersebut telah memberi variasi pada aktivitas Anda dan suami.

     

    SELEKSI ALAM

    Alam ternyata sudah mengatur keseimbangan jenis kelamin. Jika Anda kerap mendengar bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah laki-laki, cob abaca statistic berikut. Badan Koordinat Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2007 menyebutkan bahwa jumlah laki-laki 50,2 persen  dan jumlah perempuan 49,8 persen. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2005 melansir data rasio jumlah penduduk laki-laki dan perempuan 109 juta:108 juta. Jadi ada baiknya Anda bersyukur dengan kehadiran buah hati laki-laki maupun perempuan karena Alam sudah memberi yang terbaik bagi keseimbangan hidup.

     

    Kalender Bulan

    Mungkin Anda pernah mendengar soal kalender China kuno yang dapat mempredikdikan jenis kelamin bayi. Kalender China yang dihitung berdasarkan peredaran bulan tersebut banyak tanggapan dari para orang tua. Bahkan sebuah situs mengklaim akurasi kalender bulan mencapai 93 persen! Banyak orang tua yang sudah membuktikan kebenaran kalender yang konon terkubur di sebuah pemakaman dekat Beijing selama 700 tahun itu. Jika Anda penasaran, silakan simak kalender China kuno yang cukup menghebohkan berikut ini.

    Anda dapat memilih bayi laki-laki atau perempuan dengan berpedoman pada kalender bulan. Kolom horizontal menunjukkan usia istri sementara kolom vertical menunjukkan bulan konsepsi. Dengan melihat table di atas. Anda dapat memilih waktu untuk berhubungan intim demi menentukan Janis kelamin bayi yang diinginkan. Misalnya jika saat ini Anda berusia 26 tahun, maka ketika pembuahan terjadi pada bulan Juli, Anda akan mendapatkan anak perempuan.

    Namun metode kalender bulan tersebut dibantah oleh para praktisi medis. Dr. Eduardo Villamor dari Departement of Environmental Health Sciences di University of Michigan School of Public Health dan para koleganya dari Swedia dan Boston menyimpulkan bahwa kebenaran metode itu hanyalah sebuah kebetulan. Dr. Villamor mendata 2,8 juta kelahiran bayi di Swedia antara 1973-2006 dan menyandingkan data tersebut dengan kalender bulan. “Kami menyimpulkan bahwa metode kalender China kuno tidak bias dijadikan landasan pemilihan jenis kelamin bayi,” tulis dr. Villamor dalam kesimpulan riset yang dipublikasikan di jurnal Paediatric and Perinatal Epidermiology edisi Mei 2010.

    Disadur dari majalah Parents Juli 2010.


  2. Perlukah Periksa TORSH untuk Menghindari Keguguran?

    Terjadinya abortus atau keguguran pada kehamilan, merupakan seleksi alam terhadap embrio yang kualitasnya kurang baik. Alam akan memilih yang terbaik atau yang kualitasnya unggul. Namun kenyataannya, tak satupun pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati, bisa menerima kejadian abortus ini. Terlebih bila abortus itu terjadi lebih dari 2-3 secara berturut-turut. Hal ini disebut Abortus Berulang (AB) ataupun Abortus Habitualis (AH).


    Persiapan “Lahan” sehat untuk janin

    Pada hakikatnya, abortus merupakan cara alam dalam menjamin kesehatan sepanjang hayat seseorang." papar dr. T. Z. Jacoeb Sp.OG KGEH dari Yayasan SamMarie Binafiat. Syarat terjadinya kehamilan yang sehat dan kelahiran selamat, adalah 'bibit' yang bagus dalam arti kualitas sperma yang terbaik (dan tercepat), serta sel telur yang bagus.
    Namun itu saja tak cukup karena keadaan rahim calon ibu juga harus dipersiapkan. Harus ada saluran telur yang normal, serta telur menempel dan masuk ke rahim dengan bagus. Hormon yang berfungsi sebagai 'pupuk' juga harus normal, darah tidak kental dan bebas dari infeksi. Jadi rahim serta kondisi fisik dan psikis calon ibu harus dipersiapkan, kalau perlu dengan serangkaian pemeriksaan lanjutan agar tidak terjadi abortus, apalagi abortus berulang, “tambahnya. Angka Abortus Spontan (AS) pada populasi (wanita hamil) umum sekitar 10%-20%. Bila kehamilan tersebut didiagnosa lebih dini misalnya dengan uji kehamilan hormon yang sangat peka ditemukan bahwa sekitar 50%-60% sel telur yang terbuahi, berakhir dalam abortus (AS). Artinya, abortus terjadi sebelum penyusukan di uterus (sebelum pembuahan ' yang terjadi menempel di uterus), sehingga tampak seperti haid yang datang terlambat.

    Abortus Spontan Berulang (ASB) bisa menimfj 0,5%-2% dari jumlah populasi wanita hamil. Namun abortus mungkin lebih sering terjadi bila seseorang pernah mengalami abortus sebelumnya. Sebaliknya, kemungkinan ini berkurang jika sebelumnya telah terjadi kehamilan normal. Jadi, risiko abortus berhubungan dengan riwayat kehamilan lampau ASB merupakan masalah multifaktor. Faktor-faktor penyebab ASB yaitu: kelainan kromosom atau genetik (15%), infeksi pada rahim (1%-4%) yang disebabkan bakteri vagina, klamidia, TORSH, dan lainnya, kekurangan hormon progesteron, diabetes melitus dan penyakit kelenjar gondok (15%), kelainan pada organ rahim seperti miom, polip dan lainnya (11%), sindrom antifosfolipid yang ditimbulkan oleh penyakit imunologi (5%), toksin lingkungan, pemakaian kokain dan obat-obatan, serta penyebab yang tidak diketahui atau idiopatik (50%).

    Penyebab abortus pada seorang wanita perlu dikenali sehingga bisa didapat cara penanganan yang tepat untuk mencegah terjadinya abortus berulang.

     

    Siapa sajakah yang perlu melakukan pemeriksakan TORSH?

    • Wanita yang akan hamil atau mempunyai rencana untuk hamil
    • Wanita yang pernah mengalami keguguran berulang
    • Wanita yang baru/ sedang hamil
    • Bayi lahir yang ibunya terinfeksi.

     

    Infeksi TORSH

    Infeksi TORSH (toksoplasma, rubela, sitomegalus, herpes simpleks) sungguh tak dapat diremehkan karena dapat menjadi ancaman bagi kehamilan. Infeksi ini dapat menyerang secara primer pada saat kehamilan terutama di trimester pertama, dapat pula bersifat laten.

    Kelainan yang timbul akibat infeksi TORSH ini sangat beragam, baik berupa keguguran (abortus spontan) maupun bayi lahir dengan berbagai kelainan. Misalnya radang mata atau kelainan pada mata bayi, tuli, kerusakan jantung, gangguan pertumbuhan, gangguan syaraf pusat, radang otak, keterbelakangan mental, dan sebagainya.

     

    I. Infeksi toksoplasma

    Infeksi ini pada trimester pertama dapat mengenai 17% janin dengan risiko abortus, cacat bawaan, retardasi mental, dan sebagainya. Sedangkan serangan pada trimester selanjutnya bisa menyebabkan hidrosefalus, retinitis, dan lainnya. Infeksi toksoplasma (toxoplasma gondii) merupakan infeksi yang dapat berdiri sendiri maupun 'bergandengan' dengan infeksi lainnya. Pada manusia, infeksi toksoplasma bisa berasal dari 3 hal, yaitu:

    • Dari makanan yang tertelan manusia, padahal makanan tersebut sudah tercemar oleh ookista pada tinja hewan (kucing) yang terinfeksi,
    • Daging setengah matang yang berasal dari hewan yang terinfeksi (mengandung kista berisi bradizoit atau kista yang membelah dan terinfeksi)
    • Secara bawaan yakni melalui penularan dari ibu yang terinfeksi pada awal kehamilan kepada janin yang dikandung. Infeksi yang terjadi pada wanita hamil ini bisa menular secara sistemik maupun genital. Jadi janin bisa terinfeksi melalui plasenta, maupun melalui kontak langsung dengan penginfeksi (organ yang terinfeksi) di jalan lahir.

    Toksoplasma sendiri adalah parasit dari hewan. Bisa dikatakan bahwa kucing merupakan induk semang sejati bagi parasit tokso ini. Siklus hidup seksual parasit ini berlangsung dalam usus kucing, dan berujung dengan terbentuknya ookista - bulatan kista besar berisi dua kista kecil yang jika pecah akan mengeluarkan parasit aktif. Ookista yang jumlahnya bisa mencapai 10 juta sehari ini bisa tertelan melalui mulut, dan akan pecah sehingga sporozoit (spora yang terbentuk setelah pembuahan) yang terbebas itu bisa menembus mukosa usus dan menyebar melalui darah dan limfa. Pada individu dewasa yang sehat dan normal, gejala penyakit akibat toksoplasma ini tak terlihat.

    Serangan infeksi toksoplasma pada orang dewasa yang sehat dan normal, biasanya hampir tanpa gejala. Kalaupun ada hanya berupa pembesaran kelenjar getah bening di leher bagian belakang dan demam.

    Bila toksoplasma menyerang ibu hamil yang umumnya mengalami penurunan daya tahan tubuh ini bisa menyebabkan darah putih menurun dan terjadi sindrom antifosfolipid atau darah mengental. "Sindrom antifosfolipid ini menyebabkan aliran darah ke rahim tersumbat sehingga bisa terjadi plasenta berkapur. Akibatnya si ibu bisa mengalami pre-eklampsia," terang dr. Jacoeb.

    Sedangkan serangan toksoplasma pada janin di trimester I kehamilan dapat mengakibatkan abortus, cacat bawaan, gangguan susunan syaraf dan retardasi mental. Serangan virusdi semester berikutnya antara lain bisa mengakibatkan hidrosefalus, retinitis dan lainnya.

    Bila virus ini menyerang otak janin, dr. Jacoeb menambahkan, "Ini bisa mengakibatkan akrania atau bayi lahir tanpa tengkorak, bayi lahir dengan otak berkapur dan mengeras atau kalsifikasi, bisa pula menyebabkan bayi lahir idiot. Bayi yang lahir dengan keadaan kalsifikasi umumnya mengalami gejala kejang-kejang."

     

    II. Rubella

    Ini merupakan infeksi yang disebabkan virus. Rubela sering disebut campak, yaitu penyakit akibat serangan virus yang menimbulkan bintik-bintik merah di kulit disertai demam atau suhu tubuh meninggi.

    Rubella yang menyerang janin pada ibu hamil, seringkali menjadikan sistem syaraf yang lain (bukan otak) bayi sebagai sasaran. Akibatnya bayi dapat lahir dengan kelainan seperti sumbing, katarak mata atau mata putih, sekat jantung bayi tidak menutup (istilah umumnya bocor jantung), ataupun bayi terlahir tuli (indera pendengaran rusak/terganggu).

    Rubella menyerang 8,3% kehamilan. Kelainan yang dialami janin akibat virus rubella ini dapat dideteksi melalui ultrasonografi (USG 3 dimensi).

     

    III. Virus Sitomegalus (CMV)

    Virus ini merupakan anggota 'keluarga' virus herpes. Dalam hal ini, CMV adalah virus herpes Tipe 5. Ada satu sifat CMV yang mirip virus toksoplasma, yaitu sifatnya yang laten atau menetap. Maksudnya virus ini bisa 'bersembunyi' hingga muncul di saat tertentu terutama saat daya tubuh menurun seperti saat hamil. Tempat persembunyiannya antara lain pada uretra, serviks, dan lainnya. Virus ini bisa pula 'menyusup' pada sel plasenta, selaput rahim, dan air ketuban. Namun serangan virus CMV makin berbahaya saat serangan infeksi baru terjadi saat kehamilan, terutama trimester I. Keadaan ini. disebut CMV primer.

    Infeksi CMV pada kehamilan seringkali tanpa gejala (asimtomatik). Serangan CMV pada kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (sindrom BB lahir-rendah), hidrosefalus, pengapuran intrakranial, khorioretinitis, retardasi mental, hepatosplenomegali, dan sebagainya.

     

    IV. Virus Herpes Simplex (VHS)

    Virus yang satu ini mungkin namanya tak terlalu asing bagi kita. Kendati orang sering menggolongkan penyakit akibat VHS ini sebagai penyakit 'kotor' alias penyakit menular seksual, kenyataannya penularannya tidak selalu dengan cara demikian. Karena VHS bisa berada di mana saja dan menyerang manusia yang daya tahan tubuhnya sedang menurun / buruk.

    Sayangnya, VHS memang tidak bisa dimatikan. Sekali ia masuk ke dalam tubuh maka ia tidak akan hilang. Sebab, setelah masuk ke tubuh manusia VHS ini melekat pada sel sehat untuk memproduksi kembaran dari virus ini. Jadi hasil kembaran VHS inilah yang dapat menginfeksi sel-sel sehat di sekitarnya.

    • Apabila VHS menyerang saat hamil, ini bisa menyebabkan bayi lahir mengalami kebutaan. Sedangkan jika serangan terjadi di daerah genital wanita hamil, maka persalinan harus dilakukan melalui operasi sesar agar tidak menulari bayi melalui jalan lahir. Pengobatan primer yaitu pada saat herpes terjadi untuk pertama kalinya. Pengobatan bisa berlangsung selama 14 hari, terkecuali pada ibu hamil karena pengobatannya lebih spesifik.
    • Pengobatan episodik yakni untuk herpes yang jarang kambuh. Namun saat gejala kambuh pertama kali, perlu pengobatan untuk mencegah herpes lama kambuh kembali.
    • Pengobatan supresif, untuk herpes yang sering kambuh. Pengobatan ini harus dijalani untuk mencegah kekambuhan dan mengurangi risiko lepasnya virus.

     

    Disadur dari Health Today, November 2006


  3. Susu Biasa vs Susu Khusus Ibu Hamil

    "Susu biasa vs susu khusus ibu hamil"
    Mana yang paling pas porsinya?

    Susu umumnya mengandung sumber kalori yang berasal dari lemak, protein dan karbohidrat serta berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin A, D3, E, K, C, B, asam folat, kalsium, zat besi, yodium, selenium, seng, dan lain-lain. Sumber kalori dan zat nutrisi tersebut dibutuhkan oleh ibu dan juga janin karena ibu yang tengah berbadan dua membutuhkan ekstrakalori sekitar 300 Kkal dibanding keadaan tidak hamil.



    Lantaran itu, baik bila ibu hamil mengonsumsi susu. Soal pilihan susu, tentu berada di tangan ibu. Susu khusus ibu hamil bisa dijadikan altematif selama ibu cocok dengan susu tersebut dan tidak mengalami mual, sembelit atau diare. Komposisi susu khusus ibu hamil umumnya memang sudah disesuaikan dengan kebutuhan kehamilan. Misal, jumlah kalorinya lebih tinggi ketimbang susu "biasa", yakni l50 -l78 Kkal per saji sehingga bila diminum 2x sehari maka kebutuhan kalori tambahan ibu hamil vang sebesar 300 Kkal bisa dipenuhi. Namun perlu diketahui, kandungan protein dan zat besinya yang juga tinggi membuat beberapa ibu hamil mengalami mual, sembelit atau diare.

    Lalu bagaimana? Kalau memang tidak cocok bisa dicoba susu "biasa" yang banyak dijual di pasaran. Untuk susu cair pilih susu yang telah dipasteurisasi (sterilized) , bukan susu sapi segar yang belum diproses karena berisiko terkontaminasi kuman. selain itu, berhubung pada susu “biasa" komposisi vitamin dan mineral seperti asam folat, zat besi, kalsium dan lainnya- hanya dalam takaran normal (bukan untuk ibu hamil) ibu dianjurkan mencukupi kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan mengkonsumsi suplemen. Akan bijak bila hal ini ibu konsultasikan terlebih dulu pada dokter kandungan.

    Sesuaikan dengan kebutuhan

    Soal porsi minum susu tentu perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing ibu hamil. Bila komposisi susunya sudah pas, (sesuai yang dibutuhkan ibu hamil) dan ibu hamil tersebut tidak dalam keadaan defisiensi (kekurangan zat gizi tertentu, misalnya defisiensi asam folat atau zat besi), maka ibu hamil bisa minum susu sesuai saran pemberian yaitu 2 kali sehari.

    Ibu hamil yang mendapat suplemen dari dokter dapat memilih susu biasa. Atau kalau pun mau mengonsumsi susu khusus ibu hamil kurangi porsi dari yang disarankan. Contoh, yang seharusnya 2 kali sehari cukup diminum satu kali sehari saja. Lantaran itulah, penting bagi ibu hamil untuk membaca kandungan nutrisi pada kemasan dengan cermat, untuk dihitung takarannya; apakah cukup, kurang atau berlebih, bila tanpa atau dengan suplemen vitamin yang diberikan dokter.

    Tetap boleh

    Bagaimana dengan ibu hamil yang memiliki “kasus“ seperti obesitas atau yang menderita diabetes? Kabar baiknya mereka tetap boleh mengkonsumsi susu. Namun tentu ada hal-hal yang mesti diperhatikan. Berikut diantaranya;

     

    • Untuk ibu hamil penderita diabetes, perhatikan jumlah kalori yang tekandung dalam susu. Untuk itu baik bila ibu mengkonsultasikan hal ini pada ahli gizi. Umumnya, jumlah kalori dan jenis makanan (termasuk susu) yang boleh dikonsumsi akan dihitung berdasarkan berat badan ibu dan kadar gula darahnya.
    • Begitu pun dengan ibu yang mengalami obesitas tetap diperbolehkan minum susu dengan sekali sehari atau 2 kali sehari tergantung pada jumlah kalori yang sudah didapat dari makanan lain (kalau makanan yang lain sudah cukup banyak, susunya cukup satu kali saja). Susu yang baik untuk ibu hamil pas dengan obesitas adalah susu khusus ibu hamil yang tanpa penambahan lemak.
    • Bagi ibu hamil yang sulit makan dan mengalami mual-muntah, konsumsi susu dapat membantu jumlah asupan kalori yang dibutuhkan. Tapi tentunya asupan tidak bisa 100% hanya dari susu saja. lbu tetap membutuhkan sumber makanan lain yang bervariasi dan seimbang. Jadi, minumlah susu hanya sesuai saran pemberian mengingat beberapa kandungan mineral termasuk zat besi pada susu khusus ibu hamil tinggi sehingga tidak baik bila dikonsumsi berlebihan.

    Yang tidak suka susu

    Bagi ibu hamil yang tidak suka/tidak bisa minum susu, tak perlu khawatir kekurangan gizi. Sebab kalori dan sumber nutrisi dari susu dapat digantikan makanan lain. Contoh, kalsium dapat dipenuhi dari sumber kalsium lain seperti keju, yugurt dan es krim. Bisa juga dengan mengkonsumsi ikan-ikanan atau suplemen kalsium. Begitu pun kecukupan vitamin dan mineral dari susu dapat diperoleh dari suplemen vitamin dan makanan, seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan, daging, ikan, serta buah-buahan.

    Hanya perlu diingat, kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi akan berpengaruh kepada kehamilan dan pertumbuhan janin. Jadi, bisa dibilang konsumsi susu pada ibu hamil amat bermanfaat untuk memenuhi kecukupan gizi yang baik semasa kehamilan.

    (Dirangkum dari liputan Tabloid Mingguan nakita, No. 414/TH. VIII/10 Maret 2007), Konsultan Ahli: dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG


  4. Menghilangkan Jerawat Batu

    KONSULTAN KECANTIKAN:

    dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, SpKK (K)
    Departemen Ilmu Kesehatan dan Kelamin FKUI/RSUPN dr. Cipto Mangunkusuma, dan Klinik SamMarie Wijaya Jakarta


    Pertanyaan:

    Saya memiliki jerawat batu di sekitar mata. Bagaimana menghilangkannya karena cukup mengganggu penampilan? Kemudian apakah benar kalau jerawat batu itu disebabkan oleh sisa kosmetik?

    Arinta, Kelapa Gading


    Jawab:

     

    Memang benar, timbulnya jerawat batu disebabkan oleh kosmetik yang pembersihannya tidak bersih. Terutama di daerah mata yang kulitnya sangat halus, sehingga kosmetik-kosmetik itu tertahan dikelenjar pilosebasea. Perlu diketahui, di dalam kulit terdapat banyak kelenjar, yang akan mengeluarkan produk ke permukaan melalui saluran kelenjar. Kelenjar yang membuat jerawat disebut kelenjar sebum, dan keluar melalui saluran pilosebasea tadi. Nah, saluran pilosebasea ini dapat menangkap partikel-partikel kosmetik, dan kemudian menyumbat di situ, yang menjadi jerawat batu. Jika tersumbat, baik kelenjar minyak maupun kelenjar keringat akan sulit mengeluarkan isinya.Tetapi, tidak boleh dilupakan juga ada penyakit pembesaran atau hiperplasi yaitu pertumbuhan yang berlebihan dari kelenjar keringat. Jika seseorang baru bangun tidur, pembesaran ini tidak terlihat, dan kulit terlihat licin-licin saja. Tetapi jika sudah terkena panas matahari maka timbul beruntusan seperti jerawat batu di sekitar mata.

    Sekarang penyembuhannya, sumbatan tersebut harus di buka untuk menghilangkan komedo (istilah kedokteran untuk jerawat batu). Untuk membuka sumbatan itu banyak cara yang bisa dilakukan. Pertama cara mekanik, yang kerap disebut orang ekstraksi komedo atau mengeluarkan komedo. Cara lainnya dengan menggunakan obat-obatan tretinoin yang fungsinya tak hanya mempermuda kulit karena membentuk kolagen baru, tetapi juga bisa untuk membuka sumbatan-sumbatan di kulit. Tetapi untuk pemakaiannya musti hati-hati karena daerah sekitar mata itu sensitif, sehingga mudah iritasi.

    (Liputan Tabloid Info kecantikan, Edisi 10, Tahun I, 22 Jan - 04 Feb 2007), Narasumber: dr. Tjut Alam Jacoeb, SpKK (K)


  5. Keluar Cairan Kuning

    Saya adalah wanita yang aktif bekerja, jadi semasa hamil saya senantiasa bergerak, melakukan aktifitas seperti biasa. Kalau jalan kaki pun masih terbilang cepat. Pernah suatu ketika saya merasakan capai keluar cairan coklat. Tapi di usia kehamilan yang sudah berjalan 7 bulan saya sudah tidak lagi. Hanya saja, saat itu hampir setiap hari keluar cairan kuning di celana dalam. Apakah sebabnya dan apakah memengaruhi janin?
    Uwi - Mampang

    Jawab:
    Keluarnya cairan kuning kemungkinan adalah keputihan yang disebabkan infeksi vagina atau servik (leher rahim). Hal ini harus segera dikonsultasikan pada dokter untuk diobati. Bila tidak, dapat menyebabkan infeksi pada selaput ketuban, menyebabkan kontraksi, atau ketuban pecah dini (sebelum waktunya) hingga persalian premature.


    dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG

    Disadur dari majalah 9month


  6. Q & A Pregnancy

     

    Alergi Dingin dan Debu saat hamil

    Dok, saya alergi dingin dan debu. Saat ini saya sedang hamil 4 bulan. Hampir setiap pagi saya bersin-bersin, dan pilek di siang hari. Apakah ini berbahaya bagi janin yang saya kandung. Adakah yang bisa saya lakukan? Bolehkah saya minum obat pilek? Fitri – Bekasi

    Jawab:

    Tidak berbahaya bagi janin. Dari cerita ibu yang alergi dari cuaca atau udara, maka sebaiknya kalau malam tidur pakai selimut atau baju hangat dan matikan AC apabila ibu pakai AC. Jika ibu alergi debu, hindari benda-benda yang bisa menimbulkan debu. Obat pilek tidak perlu tetapi minumlah vitamin C.

     

    Kapan bisa hamil lagi?

    Dokter yang baik, seminggu yang lalu saya habis dikuret, karena kandungan saya yang baru berusia dua bulan mengalami flek. Dokter kandungan saya memutuskan untuk menguretnya. Saya ingin sekali segera menimang buah hati. Apakah setelah kuret ini saya bisa segera hamil lagi? Atau harus menunggu berapa lama? Mengapa? Nida - Jakarta

    Jawab:

    Kenapa pada waktu itu harus dikuret dan kondisi janin bagaimana sampai harus dikuret? Jadi sebaiknya dicari penyebabnya dahulu kenapa pada waktu itu ibu harus dikuret sebelum ibu hamil lagi.

     

    Kontrasepsi aman

    Dok, saya baru saja menikah. Namun ingin menunda momongan. Mungkin dua tahun ke depan. Amankah bagi kandungan saya jika saya ber-KB dahulu? Kontrasepsi apa yang cocok buat saya? Terimakasih. Mira - Jakarta

    Jawab:

    Seseorang yang sudah menikah sebaiknya segera hamil, tetapi bila ingin menunda kehamilan, tunda dengan cara aman, misal: pantang berkala, senggama putus, KB kondom dan pil dengan kandungan hormone rendah. Jadi sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

     

    Disadur dari Majalah 9month bulan Februari 2008


  7. Sakit Kepala Ternyata Bermacam-macam jenisnya!

    Umumnya sakit kepala dianggap remeh oleh sebagian besar. Namun jangan salah, ada juga sakit kepala yang berbahaya atau disebabkan oleh beberapa faktor pemicu. Apa jenis sakit kepala yang sering Anda derita dan apa saja penyebabnya ?


    Kebiasaan ngemil memang sulit dihilangkan dari kehidupan Sinta (33 tahun). Parahnya lagi, jika sudah tak sempat memilah atau stok camilannya sedang kosong, apapun bisa ia sambar. Siang itu berhubung tak ada camilan, snack ringan berbentuk bola-bola kecil yang kadang dikonsumsi anak-anak jadi sasarannya. Saat mengkonsumsinya sih asyik-asyik saja. Tapi tak berapa lama kemudian, kepalanya mulai berdenyut disertai rasa mual pada perutnya. "Wah kenapa yaaa...," tuturnya.

    Kepala berdenyut alias pusing, sudah menjadi kebiasaan sehari-hari banyak orang. Bahkan mereka pun menganggapnya enteng saja. Cukup beli obat di warung maka selesailah. Padahal tak sesederhana itu lho.... Sakit kepala banyak jenisnya. Ada yang mudah penanganannya dan ada juga yang perlu diwaspadai. Penasaran, apa yang ada di balik sakit kepala...?

    Secara umum sakit kepala terbagi dua yaitu sakit kepala primer yang tidak diketahui penyebabnya dan sakit kepala sekunder yang jelas-jelas diketahui penyebabnya. "Beberapa sakit kepala yang sering kita hadapi bisa jadi masuk kategori sakit kepala primer ataupun sekunder.," ujar dr. Imelda Rosalyn Sianipar dari RS SamMarie, Jakarta Selatan. Sebenarnya tulang tengkorak dan otak dimana sakit kepala berada tidaklah memiliki sensor nyeri. Yang ada di situ adalah pembuluh darah dan otot. Sensor pada pembuluh darah dan otot inilah yang membuat kita kemudian merasakan rasa nyeri. "Pada sensor tersebut terjadi inflamasi," tegas dr. Imelda.

    Rasa tidak nyaman akibat sakit kepala ini kadang-kadang membuat orang menjadi tidak berdaya. Sebagai langkah awal, orang awam akan meminum obat penghilang anti nyeri yang ringan (analgesik) atau berbaring sejenak diruangan yang tenang. "Namun itu tidak akan menyembuhkan, hanya menghilangkan rasa sakit saja," tutur dr. Imelda. Namun adakalanya inipun tak akan menolong jika sakit kepala Anda memang dipicu oleh suatu hal.

    Sakit kepala Primer. Jika selama ini Anda sering mendengar istilah migren, sakit kepala karena ketegangan otot atau sakit kepala campuran dari keduanya, maka itu masuk dalam kategori sakit kepala primer.

    Pada migren, umumnya sakit kepala akan terjadi secara berulang. Misalnya Anda mengalami sakit kepala yang berulang dalam 1-2 bulan terakhir. Tak sekedar sakit kepala tapi juga disertai rasa mual saat serangan terjadi. Aura yang terjadi bisa berupa berkurangnya penciuman, kaburnya pandangan, dan lain-lain. Migren bisa terjadi karena adanya aliran darah yang berlebih di daerah kepala sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah dan

    mengakibatkan rasa nyeri. Umumnya migren tidak berhubungan dengan penyakit lain. Adanya zat pemicu dapat menimbulkan terjadinya migren. Faktor keturunan juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Pada mereka yang sering terkena migren biasanya memiliki salah satu keluarga dekat yang juga mengalami gangguan sama. "Untuk meredakan migren harus dikonsultasikan dengan dokter, karena pengobatan migren bisa berpengaruh kepada hipertensi, jantung dan lain-lain," ungkap dr. Imelda.

    Sakit kepala yang terjadi akibat adanya ketegangan otot bisa terjadi karena adanya penyempitan pada otot-otot bagian kepala dan leher yang menyebabkan rasa berat di leher bagian belakang. Penderita merasa kepalanya berat. Stres dan kegelisahan sangat erat sebagai penyebab timbulnya sakit kepala jenis ini. Untuk menghilangkannya dapat dilakukan dengan jalan mengompres bagian otot yang tegang dengan air dingin maupun dengan air hangat. "Pemijatan ringan juga bisa memberikan efek baik bagi mereka yang terserang sakit kepala tipe ini," ujar dr. Imelda. Sakit kepala jenis ini paling hanya berlangsung sekitar setengah sampai satu jam saja. Namun pada beberapa kasus sakit kepala lewat ketegangan otot ini bisa berlangsung berhari-hari.

    Sementara sakit kepala campuran dari kedua sakit kepala di atas umumnya akan terasa lebih nyeri. Rasa sakit ini akan bertumpu pada salah satu mata. Biasanya sakit kepala ini terjadi beberapa jam saja setelah penderita terlelap tidur. Gejalanya bisa berupa keluarnya air mata dari kelopak mata atau ingus dari hidung. "Meski sakit kepala ini sangat nyeri, namun hal itu cukup jarang terjadi," tukas dr. Imelda.

    Sakit Kepala Sekunder. Sakit kepala sekunder biasanya terjadi memang karena ada penyebabnya. Penyebabnya tentu bermacam-macam, misalnya: cedera yang terjadi di kepala, adanya infeksi di kepala, tumor, kelainan metabolisme ataupun infeksi akibat adanya suatu luka. "Sakit kepala karena suatu sebab sudah pasti harus diwaspadai karena bisa saja mengakibatkan nyeri yang hebat atau terjadi berulang-ulang, oleh karenanya tidak bisa dibiarkan begitu saja," tukas dr. Imelda. Jika penyebabnya sudah dihilangkan maka otomatis sakit kepala yang menyertainya akan lenyap.

    Dari semua jenis sakit kepala ini jangan kemudian dianggap enteng. Jika Anda sudah minum obat pereda sakit namun tetap tidak berkurang; jika sakit kepalanya disertai demam, kaku pada otot leher, dan timbulnya aura bahkan sakit kepala itu terjadi berulang-ulang dan semakin berat, segeralah Anda pergi ke dokter!

     

    Obat Alami yang Bisa Atasi Sakit Kepala Ringan

    Gunakan kapsul sambiloto dan kapsul ciplukan dengan dosis

    3 x 1 kapsul setiap harinya. Jika Anda penderita maag, maka sebaiknya obat ini dikomsumsi 2 jam setelah makan. Terapi ini sebaiknya dilakukan selama 15 hari.

    Untuk mencegah agar tidak kambuh kembali, Anda bisa mengkonsumsi wedang jahe dengan resep sebagai berikut:

    • Ambil satu ruas jahe segar, bakar dan pukul-pukul hingga pipih
    • Masukkan dalam 400 cc air rebusan
    • Rebus hingga mendidih dan tinggal separuhnya saja
    • Tambahkan madu atau gula batu dan minum selagi hangat.

    Wedang jahe ini dikomsumsi 2 kali sehari pada pagi dan malam menjelang tidur

    (sumber: Klinik Ixora Herbal)

     

    Pencegahan Sakit Kepala

    Mereka yang bergaya hidup sehat relative lebih jarang terserang sakit kepala dibandingkan yang berpola hidup salah. Apa yang sebaiknya kita lakukan untuk mencegah serangan sakit kepala.

    • Hindari makanan-makanan yang mengandung zat pencetus sakit kepala, seperti: MSG (Vetsin), keju, produk-produk olahan berbahan pengawet, kacang-kacangan, garam dan lain-lain.
    • Gunakan otot secara dinamis.
    • Usahakan untuk tidak selalu berada pada satu posisi agar tidak terjadi ketegangan otot. Jika sampai terjadi lakukan massage ringan atau kompres untuk meredakan ketegangan otot.
    • Biasakanlah mengkonsumsi makanan sehat. Hindari makanan olahan yang berbahan pengawet.
    • Ubahlah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat, seperti tidak mengkonsumsi alcohol, rajin berolahraga, mengurangi begadang, tidak menunda waktu makan, tidak terlalu banyak tidur ataupun kurang tidur, dan lain-lain.
    • Beristirahatlah dengan cukup dan olahraga dengan teratur.
    • Jika sakit kepala Anda berlanjut segera hubungi dokter karena ditakutkan ada penyakit yang Anda idap.

     

    Disadur dari Tabloid Info Kecantikan edisi 17/TH I/30 April - 3 Mei 2007


  8. Testosterone Therapy - Restore the Man within

    Siapa bilang defisiensi hormon testosteron hanya ditandai dengan kurangnya dorongan seksual? Daya tahan fisik menurun, lemas, sering men­gantuk, penurunan prestasi, sering marah hingga kenikma­tan hidup berkurang merupa­kan indikasi terkikisnya jumlah hormon yang banyak diprod­uksi pria. Jika Anda ingin ‘kesempurnaan hidup’ kembali, terapi testosteron bisa men­jadi metode aman yang dapat dipilih.

    Lumrah saja, jika Anda, sebagai kaum Adam takut akan mengalami Testosterone Deficiency Syndrome (TDS) atau defisiensi testosteron. Pasalnya, testosteron sangat penting fungsinya bagi pria, baik pada masa janin, muda hingga dewasa.

    Seperti yang diungkapkan salah seorang androlog, dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd. “Hormon ini sangat penting karena itu merupakan hormon khusus pria. Hormon tersebut sebenarnya sudah ada pada anak kecil, hanya saja rendah sekali volumenya dan diproduksi oleh kelenjar suprarenal yang terletak di ginjal. Nantinya produk­si kelenjar ini akan menurun, dan fungsi suprarenal digantikan oleh testis.”


    Pada usia anak-anak, kurangnya hormon testosteron tidaklah berpen­garuh sehingga tidak perlu penanganan khusus. Berbeda dengan orang dewasa, di mana hormon testosteron sangat diperlukan, dan mencapai puncaknya sekitar umur 30–40 tahun.

    Seiring berjalannya waktu dan makin bertambahnya usia, keberadaan testosteron itu sangat banyak pengar­uhnya, bukan sekedar berkaitan dengan seksual keinginan libido tetapi juga mencegah kropos tulang, peningkatan energi, peningkatan fungsi kognitif, mencegah penurunan iritabilitas dan depresi.

    Biasanya, penurunan hormon testosteron ini dipicu dari pola makan dan gaya hidup hidup yang salah. Hal ini telah dialami oleh Tyo. Pria yang bekerja di sebuah biro iklan ternama di Jakarta ini sama sekali tidak mengira bahwa dirinya mengalami penurunan hormon testosteron.

    Maklum saja, selama ini ia sudah menjalankan pola hidup yang baik. Tubuhnya saja atletis, tegap, dan berdada bidang. Setiap minggunya, pria berumur 31 tahun ini tidak pernah lupa meluangkan waktunya untuk pergi ke gym. Namun anehnya, ia mengaku bahwa sudah satu tahun ini mengalami kelesuan gairah seksual.

    Akibatnya, sang istri, Angel, pun kerap protes dan mempertanyakannya. Tidak ingin mengecewakan wanita can­tik yang telah ia nikahi selama 4 tahun, Tyo pun memutuskan untuk melakukan uji klinis. Hasilnya, Tyo dinyatakan men­galami TDS. Dokter yang menangani pria berkulit putih ini pun menyarankan agar ia melakukan terapi testosteron.

    Melihat pengalaman yang dia­lami Tyo, dr. Indra mengungkapkan, memang ada beberapa kasus yang memperlihatkan seorang pria yang telah menerapkan pola gaya hidup bagus, sehingga fisiknya baik dan sehat, namun tetap mengalami masalah testoteron. Ia menjelaskan bahwa hal ini dapat terjadi akibat fungsi testis yang bermasalah, sehingga mengurangi produksi testosteron pada testis-nya. “Biasanya, hal itu akibat adanya infeksi, dan paling sering adalah infeksi Orchitis yang merupakan pembengkakan pada testis,” jelasnya.

    Mengingat penurunan hormon testosteron ini disebabkan oleh ber­bagai macam hal, terapi testosteron tidak bisa dilakukan tanpa dilakukan­nya uji klinis terlebih dahulu. Hal ini ditegaskan oleh dr. Indra, “Sebelum dilakukan pemberian hormon, pasien harus melalui pemeriksaan karena tidak bisa diraba-raba. Harus diingat bahwa pemberian testosteron ini juga ada efek sampingnya.”

    Aktivitas seks semula hanya dilakukan seminggu sekali yang dapat di upgrade hingga 3 sampai 4 kali dalam satu minggu merupakan efek positif yang dapat diperoleh setelah melaku­kan terapi testosteron. Namun, jika terapi dilakukan secara asal-asalan, ada dampak negatif yang dapat memba­hayakan, yaitu bisa menimbulkan gejala prostat.

    “Ini kalau pemberiannya dilakukan secara berlebihan. Sebenarnya, kalau­pun sudah menurun karena berumur, maka itu sebenarnya tidak perlu ditam­bah. Efek berikutnya, karena sifatnya anabolik, maka ia akan memicu gula darah. Oleh karenanya, bagi pengidap sakit gula, harus hati-hati kecuali kalau gula darahnya terkontrol,” tutur dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd lagi.

    Penurunan testosteron, dapatkah terlihat tandanya?

    Pria makin berumur, kemampuan seksnya pun akan menurun. Perut bun­cit, otot kendur, dan gejala andropause merupakan semua gejala yang disebab­kan penurunan testosteron.

    Untuk mencegahnya, selain makan yang baik dan sehat, lalu apa lagi?

    Hormon testosteron dapat berkurang disebabkan dari trauma suhu, trauma tekanan, atau trauma infeksi. Untuk itulah kita wajib men­jaganya, agar kelenjar tidak menurun fungsinya. Namun yang perlu diingat, berkurangnya hormon karena proses bertambahnya usia memang tidak bisa dicegah. Yang bisa dilakukan adalah memperlambat.

    Bagaimana dengan terapi, apakah sangat berpengaruh untuk memper­lambat?

    Terapi itu sangat membantu. Sebe­narnya yang dipermasalahkan bukan harus ditambah, terlebih pada pria usia 60 tahun. Sangatlah tidak mungkin untuk memberikan testosteron pada pria 60 tahun agar usianya bisa kem­bali seperti 30 – 40 tahun. Terapi ini hanya berfungsi untuk memperlambat atau mencegah penurunan yang lebih cepat. Inilah salah satu alasan sekarang ini untuk pemberian testosteron pada orang-orang yang sudah berumur den­gan istilah aging male.

    Terapi itu sendiri sebaiknya dilaku­kan seberapa sering dan seberapa lama?

    Tergantung obatnya. Ada pembe­rian obat yang dilakukan setiap hari. Cuma masalahnya, kalau obat makan itu, lambung tidak bisa menyerapnya secara utuh. Lalu dipikirkan bagaimana kalau diberi suntikan agar tidak melalui lambung. Kalau ditanya mana yang lebih baik, suntikan atau obat makan, harus uji klinis terlebih dahulu untuk mengetahui kadar hormonnya. Namun memang lebih baik suntikan. Orang yang menyerap hormon secara oral itu tergolong orang yang ragu-ragu dan memang tidak periksa hormonnya, sehingga merasa ingin menambah saja, tidak tolak ukur. Sedangkan pemberian suntikan, bisa dilakukan 3 – 4 kali da­lam setahun, misalnya setelah melalui pemeriksaan medis.

    Setelah pemberian hormon, apakah langsung terasa reaksinya?

    Tergantung bagaimana posisi orang itu saat diberikan. Ini bukan pengoba­tan instan, melainkan melalui proses yang memakan waktu bisa sampai enam minggu barulah terlihat efeknya. Tapi, ada juga kasus di mana dalam waktu 3 – 4 jam sudah bereaksi. Satu hal lagi yang perlu diingat, makin ban­yak orang mengonsumsi karbohidrat dan lemak maka akan naik hormon SHBG yang sebenarnya berbanding terbalik dengan testosteron. Kalau pada seseorang berusia makin tua dan testosteron-nya makin menurun, maka SHBG makin naik. Sedangkan pada anak muda, saat terjadi penumpukan karbohidrat dan lemak, maka SHBG menurun, dan itu mengikat hormon testosteron.

    Mereka yang usia di bawah 40 tahun, apa mungkin mengalami masalah penurunan hormon testos­teron, dan apa penyebabnya?

    Bisa jadi. Efek kegemukan me­mang bisa mengikat, tetapi organ untuk mengeluarkan testosteron-nya tidak berkurang. Hanya saja, karena penuh lemak dan karbohidrat tadi, testosteran yang aktif diikat sehingga fungsinya berkurang. Artinya, tubuh­nya itu sebenarnya kekurangan testos­teron. Dalam tubuh itu ada dua jenis testosteron bebas yang berguna mem­perbaiki otot, libido, mempertahakan ejakulasi/ereksi. Sehingga kalau ter­ikat, maka fungsinya berkurang.

    Untuk wanita sendiri, seberapa penting testosteron?

    Bisa mencegah keropos tulang. Pada dosis rendah bisa meningkatkan libido. Tetapi harus hati-hati, kebanya­kan testosteron itu bisa menyebabkan maskulinisasi karena testosteron selain mematangkan sperma, membesarkan testis, menyebabkan tumbuhnya jeng­got dan bulu-bulu pada tubuh. Karena itu, otot pria dan wanita sangat ber­beda dan itu akibat fungsi testosteron.

    Di Indonesia sendiri, sudah banyak­kah yang melakukan terapi testos­teron?

    Sudah banyak. Begini, hormon itu saling meregulasi. Kalau kurang pemahaman mengenai hormon itu, maka kita juga memberinya setengah-setengah. Fungsi produksi testosteron di testis itu juga tergantung hormon di otak. Jadi kalau testosteron di tu­buh itu sudah banyak, maka dia akan dikomando oleh otak untuk ditekan produksinya. Justru kalau kelebihan testosteron itu bisa menekan produksi sperma.

     

    Dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd

    TESTOSTERON: Mempertahankan Kejantanan

    Bagi pria dewasa, berkurangnya hormon testosteron bisa menjadi momok yang menakutkan dan patut dihindari. Untung­nya, saat ini telah ada sejumlah terapi testosteron yang mampu mengembalikan fungsi dari hormon terpenting bagi kaum pria tersebut. Meski begitu, bukan berarti terapi ini dapat dilakukan sesuai kehendak Anda. Berikut penjelasan lengkap dari Dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd, yang berhasil ditemui MEasia di sela-sela prakteknya di Klinik SamMarie, Jl. Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

     

    Disadur dari majalah ME atau measiaonline.com


  9. Preeklampsia

    Saat ini saya sedang hamil anak kedua, tapi saya khawatir dengan tekanan darah saya. Sebab, saat hamil anak pertama tekanan darah saya mencapai 170 pada saat kehamilan di minggu ke-32. Karena kondisi tersebut, akhirnya dokter memutuskan untuk segera melakukan operasi caesar. Yang ingin saya tanyakan, adakah cara untuk mencegahnya? soalnya saya takut akan mengalami hal serupa. Sekedar informasi, berat badan saya juga sangat besar dok?
    Paramitha

    Jawab:
    Ibu, pada kehamilan pertama tampaknya ibu menderita "keracunan kehamilan" (preeklampsia berat atau PEB). Proses terjadi preeklampsia berat ini sering dimulai sejak hamil muda. Oleh karena itu untuk kehamilan kedua ini, ibu harus konsultasi lebih intensif dengan dokter yang merawat ibu dan beritahukan kepada dokter tentang adanya riwayat PEB. Sehingga dapat dilakukan antisipasi seperti pemeriksaan laboratorium, USG dan pemberian obat-obatan yang diperlukan agar PEB tidak terulang lagi. Bila perlu, ibu konsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan konsultan fetomaternal.


    dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG

    Disadur dari majalah 9month


  10. Pentingnya Menjaga Keseimbangan Hormon

    Ketidakseimbangan akan berpengaruh buruk pada ibu dan janin

    Hormon adalah substansi atau zat yang dihasilkan berbagai kelenjar dalam tubuh dan beredar dalam darah. Diibaratkan, hormon itu sebagai penghantar perintah yang akan menuju ke organ sasaran tertentu agar organ tersebut berfungsi. Nah, pada kehamilan, tentu yang jadi organ sasarannya adalah organ-organ reproduksi.


    Pada awal proses kehamilan, hormon estrogen (hormon kelamin kewanitaan yang mengatur perkembangan dan menjaga ciri-ciri kewanitaan) serta hormon progesteron akan mengatur proses persiapan kehamilan pada rahim ibu. Estrogen yang dihasilkan oleh indung telur ibu akan memancing sel sperma dari pasangannya untuk masuk ke rahim. Ketika sel telur dan sel sperma bertemu di dekat ujung saluran telur, terjadilah pembuahan. Setelah pembuahan, estrogen bertugas langsung merangsang perkembangan rahim. Semakin lama dinding rahim akan menebal. Selanjutnya, hasil konsepsi tersebut menempel pada dinding rahim.

    Dari hasil konsepsi tersebut, korion (lapisan paling luar yang menyelubungi janin) akan mengeluarkan hormon kehamilan yaitu human Chorionic Gonado- tropin (hCG). Kadar hormon hCG inilah yang dapat terdeteksi (tertasah) pada awal-awal kehamilan, apakah seorang ibu tersebut hamil atau tidak. Jika kadar hCG-nya tinggi, berarti lbu tersebut hamil. Hormon ini akan meningkat sepanjang awal kehamilan, namun setelah 2-3 bulan kemudian akan statis dan menghilang begitu melahirkan. Hormon hCG akan mempertahankan korpus luteum (massa sel besar yang berkembang dari sisa kantung telur yang sudah pecah di indung telur). Korpus luteum ini mengeluarkan progesteron yang akan mempertahankan kehamilan. Ibaratnya, progesteron ini adalah pupuknya. Bila pupuknya kurang di awal kehamilan, maka tumbuhannya kurang subur, bahkan mati. Begitu juga kehamilan, bisa terjadi keguguran.

    Selain adanya hormon kehamilan, peningkatan hormon progesteron di awal kehamilan akan membuat kerja usus melambat sehingga ibu mudah kembung, dinding lambung mengendur dan asam lambung meningkat. Pengaruh inilah yang membuat ibu hamil sering  mengalami mual-muntah pada awal kehamilan. Ditambah lagi dengan darah yang agak mengental membuat transportasi darah atau oksigen ke otak berkurang sehingga ibu mudah pusing. Hormon progesteron dari korpus luteum akan terus diproduksi sampai usia kehamilan sekitar 14 minggu. Setelah usia itu, plasenta mulai terbentuk dan sejak itu tugas produksi hormon pun diambil alih plasenta. Plasenta menghasilkan beberapa hormon seperti estrogen, progesteron, testosteron, termasuk hCG, sampai akhir kehamilan.
    Go top   >   Back    

    (Liputan Tabloid Mingguan nakita, No. 414/TH. VIII/10 Maret 2007),
    Narasumber: Prof. Dr. dr. T.Z. Jacoeb, SpOG (K)


Share on facebook

Pilih Kontak:
SamMarie Family Healthcare
Klinik SamMarie

Alamat:
Jl. Wijaya I No. 45, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Jakarta
12170
Indonesia

E-mail: Alamat e-mail ini terproteksi dari bot spam, Anda harus mengaktifkan Javascript untuk melihatnya.
Telepon: sammarie.wijaya@yahoo.com
Faks: Telp. (021) 721 1305
Nomor Ponsel: Fax. (021) 720 5396
http://www.sammarie.com

Informasi: SamMarie Wijaya